Diary Blogger

Keep Learn and Keep Sharing

Tapak Kaki Serigala Ini Terlihat Sama Namun Ternyata Begitu Berbeda! — April 29, 2017

Tapak Kaki Serigala Ini Terlihat Sama Namun Ternyata Begitu Berbeda!

 

download

 

DISCLAIMER : Cerita-cerita dan konten di  dalam blog ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, instansi, perusahaan, perorangan, lembaga, grup ataupun cerita, maka itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan dari sang penulis.

       Merek (brand) merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan pemasaran, karena kegiatan memperkenalkan dan menawarkan produk barang atau jasa tidak terlepas dari merek yang dapat diandalkan. Merek juga merupakan pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan oleh konsumen sebelum mengambil keputusan untuk membeli. Brand sebuah merek merupakan komponen paling utama dari suatu produk dan menjadi sebuah keunikan dari produk itu sendiri.

    Hampir semua orang yang hobi dengan kegiatan pecinta alam pasti mengenal merek tapak kaki serigala ini. Banyak pendaki gunung yang sudah tidak asing lagi. Tapak kaki dari salah satu negara Eropa yang konon sudah berdiri sejak tahun 1981 itu saat ini sedang disengketakan di Indonesia. Perusahaan ini telah menggugat seorang pengusaha asal salah satu daerah di Jawa Barat yaitu Miri. Dia digugat dikarenakan telah memproduksi tapak kaki serigala yang sama percis dengan perusahaan asal salah satu negara Eropa ini.

      Dalam hal ini, merek tersebut digugat karena memproduksi barang dengan merek yang sama. Merek asal salah satu negara Eropa ini, mengaku bahwa merek dan logonya telah ditiru oleh perusahaan asal salah satu daerah di Jawa Barat. Perusahaan asal salah satu negara Eropa ini menganggap bahwa kompetitornya melakukan itikad tidak baik karena menyamai logo dan mereknya tanpa seizin dan adanya hubungan kerjasama.

    Kuasa hukumnya menilai bahwa produk dan mereknya telah ditiru pada pokoknya dan secara keseluruhan. Dengan begitu, pengggat meminta hakim agar agar dapat membatalkan merek tapak kaki serigala asal salah satu daerah di Jawa Barat ini yang telah  terdaftar dalam nomor IDM000018078 di kelas 18, IDM000018078 di kelas 25 dan Daftar No IDM000236804 di kelas 18.

    Merek tapak kaki serigala asal salah satu negara di Eropa ini memang telah terlebih dahulu didaftarkan dan merupakan merek terkenal yang diakui di seluruh dunia. Bahkan, merek ini telah beberapa kali menjadi sponsor dalam BundeLiga (Liga sepak bola salah satu negara di Eropa).

    Dalam kasus ini telah terjadi sebuah tindakan plagiarisme, dimana merek dagang pada perusahaan asal salah satu negara di Eropa secara terang-terangan telah di duplikasi bahkan telah terdaftar pada  kelas 18 dan 25 pada tahun 2002 dan diperpanjang lagi pada tahun 2011. Pedahal dalam hal ini merek asal salah satu negara di Eropa telah terdaftar di Ditjeni HKIM pada tahun 2007 untuk kelas 18,22, dan 25. Pedahal dalam hal ini, seharusnya institusi Ditjeni HKIM dapat menolak pendaftaran merek pada tapak kaki serigala asal salah satu daerah di Jawa Barat ini karena :

  • Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis (Pasal 6 ayat [1] UU Merek)
  • Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau sejenisnya (Pasal 6 ayat [1] UU Merek).
  • Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan indikasi-geografis yang sudah dikenal (Pasal 6 ayat [1] UU Merek).
  • Merupakan atau menyerupai nama orang terkenal, foto, atau nama badan hukum yang dimiliki orang lain, kecuali atas persetujuan tertulis dari yang berhak (Pasal 6 ayat [3] UU Merek).
  • Merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, lambang atau simbol atau emblem negara atau lembaga nasional maupun internasional, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang (Pasal 6 ayat [3] UU Merek)
  • Merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau cap atau stempel resmi yang digunakan oleh negara atau lembaga Pemerintah, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang (Pasal 6 ayat [3] UU Merek).

    Kesamaan merek dan produk yang sama, akan mengakibatkan kerugian jangka panjang baik dari pihak tergugat dan pihak yang digugat. Dalam kasus ini, gugatan yang telah dilayangkan oleh perusahaan tapak kaki serigala asal salah satu negara di Eropa akhirnya memberikan keputusan yang memuaskan yaitu dengan di kabulkannya permohonan pembatalan untuk merek asal salah satu daerah di Jawa Barat. Hal ini didasari oleh dua dasar yaitu, adanya kesamaan pokoknya dan itikad tidak baik dari pemohon. Putusan ini mengacu pada pasal 6 ayat 1 Undang – Undang No. 15/2001 tentang Merek.

     Kesimpulannya bahwa kekayaan intelektual merupakan kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan lagu, karya tulis, karikatur, dan lain-lain yang berguna untuk manusia. Pentingnya bagi seorang pemilik merek untuk tetap menjaga merek dagangnya di pasaran dan memonitor apakah ada merek serupa atau tidak karena pada kasus ini tentu memberikan dampak yang besar bagi konsumen dan pemilik merek patennya. Dimana seorang konsumen juga akan merasa bahwa dia telah dibohongi atas produk yang telah dibelinya dan menjadi pengalaman yang buruk ketika merek yang dibelinya tidak sesuai dengan kualitas asli merek tapak kaki serigala asalah salah satu negara di Eropa. Selain itu, penting juga bagi seorang pengusaha baru yang ingin memperoleh keuntungan yang besar namun dengan cara melakukan tindakan plagiarisme tentu bukannya akan memperoleh untung secara berkelanjutan, tetapi malah memberikan masalah yang besar dimana gugatan yang telah dilayangkan kepadanya tentu memberikan kerugian yang besar secara financial dan merek dagangnya yang telah didaftarkan tetap harus dicabut. Hak eklusif yang diberikan Negara kepada individu pelaku HKI (inventor, pencipta, pendesain dan sebagainya) tiada lain dimaksudkan sebagai penghargaan atas hasil karya (kreativitas) nya dan agar orang lain terangsang untuk dapat lebih lanjut mengembangkannya lagi.

Detikdetikwaktu.com(September 2015 Online) Available Form

http://news.detikdetikwaktu.com/berita/3024614/tapakserigalaasalsalahsatunegaraEropagugatmerekyangsama [Accessed 24 Maret 2017]

Tugas 2 Pengantar Telematika — November 19, 2016

Tugas 2 Pengantar Telematika

1.Jelaskan peranan jaringan komputer yang berkaitan dengan bagian telekomunikasi pada layanan telematika!

Peranan jaringan komputer pada layanan telematika itu sangat penting pada bagian telekomunikasi, karena dengan adanya layanan telematika komputer dapat terhubung satu sama lain. Setiap orang kini dapat merasakan kemudahan dari layanan internet, dan kini jaringan internet turut mendukung perekonomian.

Berikut beberapa peranan dan manfaat jaringan komputer yang berkaitan dengan bagian telekomunikasi :

  1. Jaringan komputer memungkinkan pengguna untuk melakukan data sharing, dengan adanya pertukaran data yang cepat memungkinkan pengaksesan secara real time sehingga pertukarang informasi dapat lebih cepat
  2. Jaringan komputer memberikan efisiensi waktu dan biaya, seseorang yang akan melakukan meeting tidak harus datang ke tempat langsung namun dengan adanya jaringan komputer meeting dapat dilakukan secara virtual dengan memberikan efisiensi waktu dan biaya.
  3. Jaringan Komputer membuat telekomunikasi pada layanan telematika selalu up to date serta dapat dilakukan dimana saja.

2. Sebutkan dan jelaskan aplikasi apa saja yang bermunculan dengan semakin luasnya jangkauan telekomunikasi dan semakin banyaknya perangkat telekomunikasi!

Jawaban:

a. Aplikasi Gojek

Gojek adalah aplikasi yang memberikan kemudahan dalam transaksi tranportasi masa kini, awal mula Gojek hanya berfokus pada transportasi namun sampai saat ini Gojek terus mengembangkan fiturnya yang berfokus pada layanan kemudahan pembelanjaan online, dan transaksi.

b. Aplikasi Instagram

Instagram adalah sebuah aplikasi yang dibuat untuk menyimpan foto secara digital. Jika pada masa lampau  kita membutuhkan sebuah album untuk dapat menyimpan foto, kini Instagram dapat digunakan untuk mensharing foto-foto secara real time. Selain itu dengan adanya pengembangan fitur video, instagram juga memudahkan penggunanya untuk berbagi cerita lewat video yang di unggahnya

c. Aplikasi Skype for Business

Jika pada zaman dahulu meeting harus dilakukan dengan tatap muka, kini hadir aplikasi Skype for Business sebagai pengembangan dari aplikasi Skype sebelumnya. Aplikasi ini cukup membantu para pegawai di suatu perusahaan untuk melakukan agenda meeting secara virtual sehingga lebih menghemat biaya dan waktu. Dalam aplikasi ini terdapat fitur yang cukup kumplit dalam sebuah agenda meeting fitual. Aplikasi ini dapat mengundang 10,000 pengguna dan meeting conference hingga 250 pengguna.

 

3. Berikan contoh proses yang berkaitan dengan arsitektur client-server dan arsitektur peer-to-peer pada layanan telematika!

Jawaban:

Arsitektur Client-Server:

File server adalah sebuah computer terpasang ke jaringan yang memiliki tujuan utama menyediakan lokasi untuk berbagi file, yaitu berbagi penyimpanan file computer (seperti file document, file suara, file foto, file video/film dll) yang dapat di akses oleh workstation yang melekat pada jaringan computer. Sebuah file server biasanya tidak melakukan suatu perhitungan, dan tidak menjalankan program atas nama client. Hal ini dirancang terutama untuk memungkinkan penyimpanan cepat dan pengambilan data dimana perhitungan berat di sediakan oleh workstation. File server biasanya ditemukan di sekolah-sekolah dan kantor-kantor dan jarang terlihat di penyedia layanan internet local dengan menggunakan LAN untuk menghubungkan computer client kita.

Arsitektur Peer-To-Peer:

BitTorrent adalah protocol file sharing peer-to-peer yang tidak lagi menggunakan satu server (atau beberapa server) sebagai sumber downloadnya, melainkan menggunakan komputer pengguna untuk mendownload/mengupload file secara simultan. Jadi jika kita mendownload sebuah file melalui BitTorrent, maka sebenarnya kita mendownloadnya dari berbagai komputer orang lain yang juga tengah (atau sudah) mendownloadnya. Dalam waktu yang bersamaan pula, komputer kita juga menjadi sumber bagi orang lain untuk mendownload file tersebut.

Tugas 1 Pengantar Telematika — October 14, 2016

Tugas 1 Pengantar Telematika

1. Peranan telematika dalam penyampaian informasi dalam kehidupan sehari-hari, dan contohnya dalam bidang pendidikan.

  • Telematika terdiri dari penggabungan antara  telekomunikasi, media, informatika, sehingga dengan adanya telematika maka bisa mempermudah koordinasi menjadi lebih cepat dan memiliki efisiensi waktu yang sangat tingg tanpa adanya keterbatasan jangkauan. Telematika memberikan keuntungan dalam segi kecepatan pada proses penyampaian informasi, karena dengan adanya telematika proses pertukaran informasi dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
  • Contoh telematika dalam bidang pendidikan yang pada saat ini banyak digunakan adalah seperti E-Learning, Virtual Class, E-Book, E-Library. Dalam hal ini penggunaan teknologi informatika membuat pembelajaran lebih Real time, lebih praktis dan lebih murah. Cukup dengan adanya jaringan Internet.Memberikan layanan tingkat efisiensi dan efektitas sangat tinggi kepada user. Pada saat ini telah banyak bidang pendidikan yang mulai merapkan metode tersebut. User bisa belajar kapanpun dengan cara mendownload materinya, dan tidak perlu cape untuk datang ke kampus. Selain itu E-Book cukup memberikan dampak positif terhadap penggunaan kertas sehingga akan lebih menghemat.

2. Sebutkan dan jelaskan komponen-komponen apa saja  yang menunjang layanan telematika.

Komponen untuk menunjang layanan telematika dalam penyebaran informasi di dunia digital sangat penting. Dengan adanya komponen ini, maka layanan telematika menjadi lebih optimal. Berikut beberapa komponen tersebut :

  1. Konten, yaitu substansi dari data yang dapat merupakan output/input dari penyelenggaraan sistem informasi yang disampaikan kepada publik.
  2. Computing, yaitu suatu sistem pengolah informasi yang berbasiskan sistem komputer yang merupakan computer network yang efisien, efektif dan legal.
  3. Komunikasi, yaitu keberadaan sistem komunikasi dari sistem interconnection, global interpersonal, computer network.
  4. Perkumpulan, yaitu masyarakat sebagai pelaku intelektual.

3. Sebutkan hal-hal apa saja yang didapat dari perkembangan layanan telematika, jelaskan !

Berikut beberapa manfaatnya:

  • Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Dibuktikan dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).
  • Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya
  • Manfaat internet dalam e Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan  memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.Manfaat internet dalam e Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
  • Manfaat internet dalam e Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
  • Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.

4. Bagaimana menghindari dampak negatif dari perkembangan telematika, jelaskan!

  • Menggunakan internet secara wajar, dalam artian kita menggunakan internet hanya untuk hal – hal yang benar- benar bermanfaat bagi kita. Digunakan untuk mengupdate informasi yang sedang menjadi viral di dunia maya. Dan digunakan untuk informasi yang dapat menunjang wawasan, pendidikan, dan keahlian kerja kita.
  • Tidak semua infromasi yang ada di internet di cerna secara mentah-mentah, melainkan kita sebagai user harus berfikir think smart karena tidak semua informasi yang ada di internet benar.
  • Mengetahui batasan waktu dalam penggunaan akses internet. Tidak digunakan secara berlebihan, karena dapat mengakibatkan terganggunya konsentrasi.
Tugas 2 Bahasa Indonesia 2 — April 22, 2016

Tugas 2 Bahasa Indonesia 2

  1. Data Publikasi

Judul : Kartini Bukan Hanya Pahlawan Emansipasi

Penulis : Agniya Khoiri

Penerbit : CNN Indonesia

Tanggal, Laman website : 21 April 2016(http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160421153715-277-125623/kartini-bukan-hanya-pahlawan-emansipasi/)

Halaman : 1 halaman

Ragam : Gaya Hidup

    2. Ringkasan

Raden Ajeng Kartini, dikenal sebagai tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dielu-elukan sebagai pelopor kebangkitan perempuan. Pahlawan emansipasi.

Padahal, apa yang diajarkan Kartini bukan sekedar emansipasi. Perjuangannya lebih dari itu.

Dikonfirmasi oleh penulis asal Jepara, Hadi Priyanto sebagai sosok kepercayaan keluarga Kartini. Hadi mengatakan bahwa keluarga Kartini menyatakan ada pemahaman yang keliru kalau Kartini hanya dimaknai sebagai pahlawan emansipasi wanita.

Perjuangan Kartini juga merambah sektor kreativitas, mulai dari pengembangan batik hingga memajukan seni ukir Jepara.

Karena Kartini juga ternyata menyukai seni ukir. Pada saat itu, menurut Hadi, pengrajin Jepara memiliki hasil yang bagus namun hidupnya masih kekurangan. Hal itu yang kemudian menjadi tantangan untuk Kartini, menurutnya seni ukir harus dapat menjadi industri kerajinan yang menyejahterakan pengrajin.

Karena pada saat itu, banyak pengrajin yang membuat kerajinan cukup bagus, namun tidak mendapatkan upah yang sesuai. Karena kebiasaan mereka adalah memajang kerajinan di toko-toko dan mematok harga tergantung dengan keinginan pembeli.

Sehingga ketika Kartini menginjak usia 17 tahun, Kartini ikut serta dalam Pameran Nasional Karya Perempuan tahun 1898 di Den Haag, Belanda, dia mencoba mengirimkan 21 karya Jepara termasuk, seni ukir, pigura, lukisan, sisir dan juga batik yang ia kirim beserta tata cara membuatnya. Dan tata cara itulah yang membuat penting sejarah Batik Hindia – Belanda.

Keberhasilan tersebut mendorong Kartini agar dapat memajukan taraf hidup perajin Jepara. Dan di antara banyak desa yang meningkatkan perajin ukirnya, Kartini memilih perajin yang berada di daerah Belakang Gunung. Ia sering mengunjungi daerah ini sehingga ia cepat dikenal oleh para perajin sebagai putri Bupati Jepara.

Menurut Kartini, Belakang Gunung memiliki perajin yang karya- karyanya sangat indah. Namun mereka tetap miskin dan tinggal di rumah-rumah reyot yang terbuat dari bambu dan beratapkan daun nipah.

Dukungan ayah dan saudaranya, Kartini memanggil beberapa perajin dari dukuh Belakang Gunung di bawah bimbingan Singowiryo. Semula mereka hanya berjumlah 12 orang. Namun ketika jumlah pesanan semakin banyak, perajin di bengkel Kartini mencapai 50 orang.

Kartini memang tidak mudah puas dengan apa yang sudah dicapai. la berusaha terus untuk meningkatkan kualitas dan keberagaman motif ukir Jepara. Bahkan ia meminta para perajin untuk mengukir wayang pada kotak yang akan ditawarkan kepada pembeli.

“Ini sebuah terobosan yang luar biasa sebab para seniman ukir waktu itu tabu untuk mengukir wayang atau mahluk hidup,” tulis Hadi pada bukunya ‘Mozaik Seni Ukir Jepara’.

Setelah dirasa usahanya cukup besar, Kartini melakukan hubungan dagang dengan Oost en West yang baru saja membuka cabang di Batavia. Lembaga yang dipimpin oleh Ny. N Van Zuylen ini berdiri tahun 1899 dan kerap menggelar Pameran Karya Wanita di Den Haag. Tujuannya untuk mengembangkan dan memasarkan hasil kerajinan bumiputera.

Berkat kerja keras Kartini di bidang seni kreativitas, tahun 1923 Belanda memberikan penghargaan untuk karya Kartini, dengan membangun sekolah pertukangan, untuk mendidik anak muda menjadi pengrajin meubel.

    3. Kelebihan

  • Penulisan dilakukan dengan tata cara bahasa yang sangat informatif dan komprehensif, sehingga sangat memudahkan pembaca dengan mudah memahami situasi dan kondisi pada era kartini. Penjelasan sejarah juga ditulis secara detail dengan menjelaskan dari mana sejarah berasal dan disertakan juga sumber informasi tersebut.
  • Dari segi materi sangat jelas dan berbeda karena jarang artikel yang membahas tentang sejarah kartini yang ikut serta dalam memajukan seni ukir jepara & batik. Tulisan ini mampu memberikan pesan lebih pada pembaca dan memberikan informasi mendalam tentang sejarah kartini. Sehingga dengan adanya artikel ini, mampu membawa pembaca agar lebih termotivasi lagi oleh perjuangan kartini pada era nya.

    4. Kelemahan

  • Bahasa lebih disederhanakan lagi dan di tulis secara ringkas agar tidak membuat pembaca bosan karena paragraf yang terlalu panjang, diharapkan dapat tetap informatif dan mewakili sejarah yang ada.
  • Penambahan nara sumber untuk menguatkan argumen / sejarah tentang keberhasilan Kartini dalam meningkatkan ekonomi perajin Seni Ukir dan Batik di Jepara.

    5. Pendapat Akhir/Saran

Memberikan wawasan lebih tentang sosok Kartini yang selama ini hanya dianggap sebagai tokoh Emansipasi, namun ternyata tidak hanya itu Kartini juga adalah sosok sosialis yang dapat memajukan budaya khususnya di Jepara. Penulisan artikel ditulis dengan baik dan cukup memberikan informasi yang efektif tentang awal perjuangan kartini, serta menyertakan tokoh nara sumber yang dipercaya. Namun ada baiknya jika dalam penulisan artikel yang menyangkut tentang sejarah, agar dapat di tambahkan nara sumber lain yang sama-sama terpercaya seperti dari ahli sejarah UI/ institusi terpercaya lainnya, agar dapat memberikan kekuatan benar atau tidaknya informasi dalam artikel tersebut, apalagi dalam hal ini menyangkut tentang sejarah. Agar dapat menguatkan keyakinan pembaca pada artikel ini.

Tugas 1 Bahasa Indonesia — March 24, 2016

Tugas 1 Bahasa Indonesia

Sebelum Masuk Ke Umur 25, Pastikan 5 Pencapaian Karir Ini Sudah Kamu Capai Semua!

 

Usia 25 konon dekat dengan kedewasaan dan kematangan. Di usia ini berbagai pencapaian seharusnya sudah ada di tangan. Mulai dari bekerja di tempat yang kamu sukai, bekerja di pekerjaan yang membuatmu melakoninya dengan senyum setiap hari, sampai mencoba pekerjaan yang mempertemukanmu dengan orang-orang baru yang membuka koneksi.

Umur ini memang sakral dan menawarkan banyak tantangan. Namun tetap ada checklist yang harus dicentang sebagai tanda kamu sudah berjuang. Kalau dalam urusan karir, sebelum usia 25 pastikan 5 hal ini sudah kamu miliki. Pencapaian karirmu terlalu berharga kalau tidak diperjuangkan sepenuh hati!

 

1. Sebelum masuk ke 25 kamu perlu mencoba bekerja di perusahaan rintisan. Belajar membangun semua dari awal

 

Beberapa orang bisa tidak percaya pada keputusanmu. Kenapa kamu yang punya gelar S1 dari universitas ternama memilih bekerja di perusahaan yang bahkan belum terdaftar hak patennya. Tapi keputusan macam ini malah akan mengajarkanmu banyak hal.

Sebelum masuk ke usia 25 dan dibebani banyak tanggung jawab tak ada salahnya kamu mencoba bekerja di perusahaan rintisan. Perusahaan kecil yang berisi orang-orang dengan impian besar. Mereka yang tidak peduli pada uang untuk sementara waktu, hanya fokus pada membangun produk dan sistem yang sesuai dengan gagasan. Pengalaman macam ini akan mengajarimu banyak hal. Perjuangan membangun sistem dari 0 mmebuka matamu bahwa tidak ada yang sia-sia, meski akhirnya gagal.

 

2. Temukan sosok pemimpin dan mentor yang bisa membimbingmu. Fokus pada ilmu. Jangan uang dulu!

 

Kapan lagi kamu bisa punya kebebasan untuk mengejar ilmu dan impianmu dulu? Sebelum masuk ke usia 25, temukan sosok pemimpin dan mentor yang bisa kamu ikuti dan bisa membimbingmu.

Di usia ini uang belum jadi nomor satu. Yang paling penting adalah sosok yang bisa mengarahkan dan membimbingmu. Ikuti dulu orangnya. Ikuti pemimpin yang kamu anggap bisa mengembangkanmu. Jangan fokus ke cari uang dulu.

 

3. Kemudian masuklah ke perusahaan yang lebih mapan. Tempatmu mulai belajar arti bekerja untuk menyokong kehidupan

 

Selepas belajar keras di perusahaan kecil, sesuah puas menimba ilmu dari mentor dan pemimpin yang mempengaruhi langkahmu, kini saatnya move on ke pekerjaan yang lebih mapan dan mampu menyokong hidupmu.

Dalam fase ini tak ada salahnya fokus pada materi sebagai pencapaian. Karena kamu akan belajar bahwa dirimu punya ‘nilai’ yang layak dihargai. Nilai yang harusnya dibayar mahal.

Di titik ini kamu akan belajar tentang nilai tawar dan bagaimana menghargai orang lain sesuai hasil kerjanya. Secara tidak sadar kamu akan belajar dengan sendirinya bagaimana caranya menghargai manusia lain yang kelak jadi rekan kerja.

 

4. Keluar dari zona nyaman. Buka usahamu. Pelajari kalau rezeki tidak bisa datang sendiri

 

Puas berkelana dari perusahaan kecil ke perusahaan yang lebih mapan, kini saatnya kamu menantang diri dengan membuka usaha sendiri sesuai idemu. Tidak ada yang menyenangkan dari bekerja untuk mewujudkan impian orang lain selamanya. Kesempatanmu mewujudkan dinasti sendiri harus dikejar selagi muda.

Kamu yang suka buku bisa menjajal bisnis jual beli buku di Bukalapak. Mencoba menjual caseHP yang lucu juga bisa kamu coba sebagai langkah pertama. Apapun sah saja dilakukan, asal kamu mau berusaha.

Dari pengalaman ini kamu akan sadar bahwa rejeki harus dikejar dan diperjuangkan. Tidak ada rejeki yang datang hanya karena keberuntungan.

 

5. Yang terpenting jangan lupa bahagia! Kamu harus menemukan pekerjaan yang tidak mengubahmu jadi robot. Pekerjaan yang membuatmu jatuh cinta tiap harinya

 

Pekerjaan tidak harus membuat keningmu berkerut karena beratnya load kerja. Satu yang tidak kalah penting dari semuanya adalah menemukan pekerjaan yang membuatmu bahagia. Pekerjaan yang tidak mengubahmu jadi robot. Pekerjaan yang tetap bisa kamu jalani dengan tersenyum tiap harinya.

Seperti di Bukalapak, contohnya. Marketplace yang satu ini tidak hanya menawarkan banyak pilihan barang. Namun juga lingungan kerja yang menyenangkan Di kantor mana lagi coba kamu bisa menemukan berbagai pilihan ekskul olahraga yang bisa diikuti dengan gratis? Mulai dari zumba, futsal, sampai tenis meja semua ada!

Lingkungan pekerjaan yang menyenangkan macam ini akan membuat produktivitasmu naik berlipat kali. Saat pekerjaan sudah jadi bagian hidup, kamu akan melakukan pekerjaan dengan senang hati.

 

Pembenaran Kata

No Kesalahan Perbaikan
1 Mulai dari bekerja di tempat yang kamu sukai, bekerja di pekerjaan yang membuatmu melakoninya dengan senyum setiap hari. Mulai dari bekerja di tempat yang kamu sukai, bekerja di pekerjaan yang membuatmu melakoninya dengan senyuman setiap hari.
2 Kalau dalam urusan karir, sebelum usia 25 pastikan 5 hal ini sudah kamu miliki. Pencapaian karirmu terlalu berharga kalau tidak diperjuangkan sepenuh hati! Kalau dalam urusan karir, sebelum usia 25, pastikan 5 hal ini sudah kamu miliki. Pencapaian karirmu terlalu berharga kalau tidak diperjuangkan sepenuh hati!
3 1. Sebelum masuk ke 25 kamu perlu mencoba bekerja di perusahaan rintisan. Belajar membangun semua dari awal

 

1. Sebelum masuk ke usia 25 ,kamu perlu mencoba bekerja di perusahaan rintisan. Belajar membangun semua dari awal.

 

4 Sebelum masuk ke usia 25 dan dibebani banyak tanggung jawab tak ada salahnya kamu mencoba bekerja di perusahaan rintisan. Sebelum masuk ke usia 25 dan dibebani banyak tanggung jawab, tak ada salahnya kamu mencoba bekerja di perusahaan rintisan.
5 Perjuangan membangun sistem dari 0 mmebuka matamu bahwa tidak ada yang sia-sia, meski akhirnya gagal. Perjuangan membangun sistem dari 0, akan membuka matamu bahwa tidak ada yang sia-sia, meski akhirnya gagal.
6 2. Temukan sosok pemimpin dan mentor yang bisa membimbingmu. Fokus pada ilmu. Jangan uang dulu!

 

2. Temukan sosok pemimpin dan mentor yang bisa membimbingmu. Fokus pada ilmu, jangan uang dulu!

 

7 Di usia ini uang belum jadi nomor satu. Di usia ini, uang belum menjadi nomor satu.
8 Dalam fase ini tak ada salahnya fokus pada materi sebagai pencapaian. Dalam fase ini, tak ada salahnya fokus pada materi sebagai pencapaian.
9 Di titik ini kamu akan belajar tentang nilai tawar dan bagaimana menghargai orang lain sesuai hasil kerjanya. Di titik ini, kamu akan belajar tentang nilai tawar dan bagaimana menghargai orang lain sesuai hasil kerjanya.
10 Dari pengalaman ini kamu akan sadar bahwa rejeki harus dikejar dan diperjuangkan. Dari pengalaman ini ,kamu akan sadar bahwa rejeki harus dikejar dan diperjuangkan.

Sumber :

Sebelum Masuk Ke Umur 25, Pastikan 5 Pencapaian Karir Ini Sudah Kamu Capai Semua!

What would you say, when you decide for resign in your job? — December 8, 2015

What would you say, when you decide for resign in your job?

When you force yourself to decide resign. Whether it’s because you must live, and aims to find a successful another way. May in your heart and your thinking have a few questions. Are you sure you want this way? This path have never taken, and are you sure you can accept the consequences? And are you must follow new rules in the new place.

Very difficult for us to be able to answer that question. However, when you choose a new path and try to provide another challenge for yourself, someday you will understand. That out there was absolutely no worse than now. In fact it will make you to learn more mature and courageous in taking some decisions were not unexpected.

You have friends in your office, and in the last day you could say them “good bye and see you again”. In first day you start working in new office, you can met the other person. But in that time, you would learn new things from them.

You faced with a new decision and you gave challange for your self. Sometimes people scared for trying a new things. They have one hundred reason for saying “NO! In the new place maybe is not like here”. New rules, culture, and attitude will make you doing a new challange. Thats challange!

But human have brain, spirit, and must hard worker, and last words is humanis. Humanis is like collaboration and team work in every situation.

Now, im on the new place :D. Yes the new place. And im enjoying with a new job. I have friends within 1 week. But i didnt fogot about my old office. Every step we take, we should be able to use it.

Oiya, i have the last photo from my old office

Cheers 😀

foto

 

Kamu Hebat. Sayangnya Menyerah Terasa Mudah.. — July 12, 2015

Kamu Hebat. Sayangnya Menyerah Terasa Mudah..

Siang itu ketika perkuliahan selesai saya ikuti, saya teringat pada sebuah janji. Tentu saja janji itu sebetulnya terucap begitu  saja dari pikiran polos yang kadang saya tidak mau berfikir panjang. Haus di leher saya  dan panas terik yang tersinar kadang sering membuat saya begiti menyerah menjalani hari-hari di bulan puasa. Dengan cuaca sepanas depok di ikuti oleh populasi udara yang tinggi, membuat warga depok harus exta penuh keyakinan dan benar-benar khusu menjalani puasa.

Hari itu saya menyesali kenapa saya malah membawa motor, pedahal harusnya saya berfikir panjang daripada malah menyalahkan kebodohan saya sendiri.

Di bulan puasa bahkan di kota-kota besar seperti Depok, Jakarta & sekitarnya, bulan puasa adalah sebagai surga untuk para kaum2 pengemis jalanan. Walaupun mereka kadang harus selalu berurusan dengan aparatur, tapi mereka pasti kembali dan selalu dalam posisi yang sama. Yap meminta-minta!

Indonesia terkenal dengan sumber daya alamnya yang sangat melimpah. Bahkan sebutan sebagai negara Maritim sudah pasti di kenal seantero dunia. Saat ini Indonesia menjadi negara ekonomi terbesar ke-16 menurut Business Insider.

Tapi walaupun Indonesia di nobatkan sebagai negara ekonomi terbesar ke-16, sampai sekarang masih selalu muncul pertanyaan dalam fikiran saya. Kenapa tingkat kriminalitas dan kemiskinan masih begitu tinggi? Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa sampai saat ini tercatat 56.672 warga NTB memilih untuk mengadu nasb di negeri orang ketimbang negeri sendiri. Pedahal tentu saja budaya di luar negeri dengan di Indonesia kontras sangatlah berbeda. Bermodalkan keberanian namun dengan pengetahuan yang kurang tentunya membuat permasalahan hukum banyak menimpa para TKI kita. Dan sayangnya permasalahan ini selalu berulang-ulang. Entah memang apakah Menteri Ketenagakerjaan kita kurang peduli akan hak-hak warganya atau memang ini sudah menjadi konsekuensi hukum yang harus di telan mentah-mentah oleh para TKI.

Dari kecil kita selalu di tuntut untuk bisa menggambar gunung dan pemandangan alam lainnya. Metode itu selalu dilakukan secara berulang-ulang. Sama dengan pengalaman saya ketika kecil, yaitu menyelesaikan sebuah perhitungan matematika namun ketika pengerjaannya tidak sama dengan metode yang tlh di ajarkan, alhasil bukannya mendapat nilai bagus. Namun metode itu di anggap salah.

Secara garis besar sistem pendidikan kita hanya mengarahkan kita dituntut mengikuti alur. Kurang menghargai orang-orang yang kreatif. Sehingga hal tersebutlah yang membuat kita miskin di negeri sendiri. Kebiasaan mengadu nasib ke negeri orang adalah jalan pintas terbaik. Sedangkan banyak sekali orang di negeri kita yang begitu kreatif, namun tidak di dukung secara optimal.

Lalu siapa pemiliknya?

Investor luar negri yang bisa menjadi seorang founder dan menjadi miliarder di Negeri kita.! Dan jika di lihat dari sisi yang berbeda, sayangnya masih banyak warga negara kita yang pergi keluar negri bukannya menjadi miliarder tapi malah mengorbankan nyawanya hanya demi menghidupi keluarganya. Kontras berbeda bukan?

Saya mencoba membaca beberapa buku dan membaca banyak majalah tentang organisasi dan kepegawaian. Di kutip seperti dari sebuah buku karya Stephen R.Covey menyebutkan bahwa ada 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif dalam menantukan kesuksesannya :

Kebiasaan 1 : Jadilah Proaktif

Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. Mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik – kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas – dan dengan menggunakan Pendekatan Dari Dalam Ke Luar untuk menciptakan perubahan. Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang adalah keputusan paling mendasar yang bisa diambil setiap orang.

Kebiasaan 2 : Merujuk pada Tujuan Akhir

Segalanya diciptakan dua kali – pertama secara mental, kedua secara fisik. Individu, keluarga, tim, dan organisasi, membentuk masa depannya masing-masing dengan terlebih dulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek secara mental. Mereka bukan menjalani kehidupannya hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas dalam benak mereka. Secara mental mereka identifikasikan prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan tujuan-tujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen terhadap diri sendiri untuk melaksanakannya. Suatu pernyataan misi adalah bentuk tertinggi dari penciptaan secara mental, yang dapat disusun oleh seorang individu, keluarga, atau organisasi. Pernyataaan misi ini adalah keputusan utama, karena melandasi keputusan-keputusan lainnya. Menciptakan budaya kesamaan misi, visi, dan nilai-nilai, adalah inti dari kepemimpinan.

Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama

Mendahulukan yang utama adalah penciptaan kedua secara fisik. Mendahulukan yang utama artinya mengorganisasikan dan melaksanakan, apa-apa yang telah diciptakan secara mental (tujuan Anda, visi Anda, nilai-nilai Anda, dan prioritas-prioritas Anda). Hal-hal sekunder tidak didahulukan. Hal-hal utama tidak dikebelakangkan. Individu dan organisasi memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak entah tidak. Intinya adalah memastikan diutamakannya hal yang utama.

Kebiasaan 4 : Berpikir Menang/Menang

Berpikir menang/menang adalah cara berpikir yang berusaha mencapai keuntungan bersama, dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi. Berpikir menang/menang adalah didasarkan pada kelimpahan – “kue” yang selamanya cukup, peluang, kekayaan, dan sumber-sumber daya yang berlimpah – ketimbang pada kelangkaan serta persaingan. Berpikir menang/menang artinya tidak berpikir egois (menang/kalah) atau berpikir seperti martir (kalah/menang). Dalam kehidupan bekerja maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung – dengan istilah “kita”, bukannya “aku”. Berpikir menang/menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan. Berpikir menang/menang artinya berbagi informasi, kekuasaan, pengakuan, dan imbalan.

Kebiasaan 5 : Berusaha untuk Memahami Terlebih dulu, Baru Dipahami

Kalau kita mendengarkan dengan seksama, untuk memahami orang lain, ketimbang untuk menanggapinya, kita memulai komunikasi sejati dan membangun hubungan. Kalau orang lain merasa dipahami, mereka merasa ditegaskan dan dihargai, mau membuka diri, sehingga peluang untuk berbicara secara terbuka serta dipahami terjadi lebih alami dan mudah. Berusaha memahami ini menuntut kemurahan; berusaha dipahami menuntut keberanian. Keefektifan terletak dalam keseimbangan di antara keduanya.

Kebiasaan 6 : Wujudkan Sinergi

Sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga – bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah, memanfaatkan peluang. Tim-tim serta keluarga-keluarga yang sinergis memanfaatkan kekuatan masing-masing individu sehingga secara keseluruhannya lebih besar seperti ini mengenyampingkan sikap saling merugikan (1 + 1 = 1/2). Mereka tidak puas dengan kompromi (1 + 1 = 1 ½), atau sekedar kerjasama (1 + 1 = 2). Melainkan, mereka kejar kerjasama yang kreatif (1 + 1 = 3 atau lebih).

Kebiasaan 7 : Mengasah Gergaji

Mengasah gergaji adalah soal memperbaharui diri terus-menerus dalam keempat bidang kehidupan dasar: fisik, sosial/emosional, mental, dan rohaniah. Kebiasaan inilah yang meningkatkan kapasitas kita utnuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya. Bagi sebuah organisasi, Kebiasaan 7 menggalakkan visi, pembaharuan, perbaikan terus-menerus, kewaspadaan terhadap kelelahan atau kemerosotan moral, dan memposisikan organisasinya di jalan pertumbuhan yang baru. Bagi sebuah keluarga, Kebiasaan 7 meningkatkan keefektifan lewat kegiatan-kegiatan pribadi maupun keluarga secara berkala, seperti membentuk tradisi-tradisi yang merangsang semangat pembaharuan keluarga.

Dengan tujuh kebiasaan tersebut seseorang bisa lebih mudah menentukan arah dan tujuan hidupnya ketimbang harus learning by doing, dan melakukan kesalahan penuh resiko yang harus di alaminya. Dan saya lihat bahwa kebiasaan di Indonesia sangat jauh dari 7 kebiasaan tersebut. Dari kecil kita sekolah di tuntut untuk dapat memberikan pendapat yang berbeda dengan sang pendidik, biasanya anak yang seperti itu malah terkena hukuman dan di cap sebagai anak yang kurang disiplin. Pedahal kebiasaan berbeda pendapat itu adalah hal yang positif selama kita tahu cara menyampaikan perbedaan pendapat dengan sopan. Sehingga sampai kita tumbuh besar, kita sering sekali berfikiran instan seperti ingin sukses dengan cara yang mudah. Dan tahap akhirnya adalah menjadi seorang pegawai, karena dalam paradigma hidupnya menjadi seorang pebisnis adalah hal yang bodoh dan penuh resiko.

Seiringnya perkembangan zaman, lalu kita tidak menyadari bahwa menjadi buruh saja sama sekali menjauhkan kita dari kata bahagia. Kerja kita tergantung dengan perusahaan, dan hidup kita begitu sangat tergantung dengan atasan. Ketika atasan cukup mengucapkan “Kamu keluar dari perusahaan ini” atau “Maaf kontrak kamu tidak kami perpanjang karena bla bla bla”, dari situ kamu akan menyesal seumur hidup kamu bahwa kamu telah mengorbankan waktu dan tenaga yang terbaik hanya untuk perusahaan orang lain dan di bayar dengan sekadarnya.

Menyerah bukan hal yang harus di ratapi, tapi berfikirlah bahwa tidak ada waktu yang terlambat selama kita masih mempunyai semangat. Dari setiap tujuan sukses yang ingin kita ambil, tentunya memiliki jalan walaupun tidak semudah yang kita bayangkan. Tapi jika kesuksesan itu sulit, maka tidak sukses tentunya lebih sulit.

5 Negara Maju Dan 5 Negara Berkembang Di Asia —

5 Negara Maju Dan 5 Negara Berkembang Di Asia

Take Everything

Ciri – Ciri Negara Maju Dan Berkembang

Negara Maju :

– Pendapatan per Kapita yang Tinggi

– Rendahnya Tingkat Pengangguran

– Kegiatan Ekonomi Utama di Sektor Industri dan Jasa

– Rendahnya Laju Pertumbuhan Penduduk

– Tingginya Tingkat Pendidikan

Negara Berkembang : 

– Pendapatan per Kapita yang Rendah

– Masih Tingginya Tingkat Pengangguran

– Perekonomian Mengandalkan Sektor Premier

– Tingginya Laju Pertumbuhan Penduduk

– Rendahnya Tingkat Kesehatan dan Pendidikan

5 NEGARA MAJU DI ASIA

Jepang

Jepang

Sebagai negara maju di bidang ekonomi,Jepang memiliki produk domestik bruto terbesar nomor dua setelah Amerika Serikat, dan masuk dalam urutan tiga besar dalam keseimbangan kemampuan berbelanja.Jepang adalah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, G8, OECD, dan APEC. Jepang memiliki kekuatan militer yang memadai lengkap dengan sistem pertahanan moderen seperti AEGIS serta skuat armada besar kapal perusak. Dalam perdagangan luar negeri, Jepang berada di peringkat ke-4 negara pengekspor terbesar dan peringkat ke-6 negara pengimpor terbesar di dunia. Sebagai negara maju…

View original post 1,006 more words

Matahari Penyemangat — June 26, 2015

Matahari Penyemangat

Semua orang tentunya mempunyai sebuah harapan dan cita-cita masing. Masih ingat dalam benak saya ketika kita kecil pasti orang-orang di sekeliling kita selalu bertanya “Mau jadi apa jika sudah besar nanti?”. Dan pertanyaan itu tentunya selalu berulang-ulang di ucapkan tatkala mereka melihat tingkah lucu kita semasa kecil.

Ada banyak harapan dan cita-cita yang telah tergambar ketika kita tumbuh dewasa dan menjalani perjalanan hidup ini.Namun tatkala mimpi dan cita-cita itu hanya sekedar menjadi angan-angan tanpa arahan. Kenapa selalu banyak orang gagal ketimbang sukses? Kenapa selalu banyak orang bodoh ketimbang orang pintar?

Pada dasarnya manusia adalah mahluk citptaan Tuhan yang paling sempurna, segala yang ia inginkan pastinya bisa di capai jika kita bersungguh-sungguh. Bukan begitu?

Perbedaan bodoh dan pintar itu hanyalah karena orang pintar lebih tahu ketimbang orang bodoh.

Untuk menjadi pintar tidaklah susah,kita hanya harus berani menjelajah dunia ini dan belajar sebanyak-banyaknya dari pengalaman-pengalaman serta knowledge yang selalu berkembang.

Adakalanya saya pun sebagai orang biasa menemukan kata “GAGAL” dan kata “MENYERAH”. But life must go on. Ketika saya selalu di sibukan dengan rutinitas saya yang menduplikat sebagai pekerja dan pelajar. Namun rasa lelah ini jangan sampai menginkari karunia yang telah Allah berikan kepada saya. Hidup yang selalu di mudahkan sampai sejauh ini, adalah anugrah terbesar dari Sang Illahi untuk mahluknya.

Suatu hari saya berangkat ke kampus seperti biasa, hari weekend yang selalu orang-orang pergunakan untuk berlibur berbeda halnya dengan saya. Saya tetap harus menghadiri mata kuliah penting yang hanya bertemu seminggu sekali. Saya berjalan menyusuri perbatasan relkereta api dekat kampus. Saat itu matahari sedang panas terik karena jam menunjukan pukul 2 siang. Perkuliahan telah selesai saya ikuti, dan saya berniat melanjutkan untuk mengunjungi perpustakaan di kampus tetangga yang keberadaannya tidak jauh dari kampus saya.

Terlihat seorang kakek tua dengan bercucuran keringat di hadapan mata saya. Beliau adalah salah seorang penjual es potong, tisu & berbagai pernak pernik untuk rambut dan kerudung di daerah tersebut. Saat itu sungguh saya merasa sangat kasian melihat kakek setua itu masih berjualan dengan membawa tas gendong yang kelihatannya cukup berat karena berisi beberapa es potong. Akhirnya sayapun memutuskan untuk membeli tisu. Beliau bercerita banyak, sampai pada saatnya beliau bercerita tentang dagangan yang sedang ia bawa di hari itu. “Dagangan yang saya bawa ini adalah hadiah dari seorang mahasiswa, dia memberikannya kepada saya karena iba melihat saya ketika saya hendak berjualan di dekat kampus tersebut:” Pak Ahmad menjelaskan hal tersebut dengan raut muka bahagia.

Bersyukurlah di jaman sekarang masih banyak orang yang memperdulikan nasib Pak Ahmad. Karena sebetulnya Pak Ahmad hanya seorang penjual es potong, yang dari penjualan es potong tersebut hanya bisa didapatkan tidak kurang 25rb sehari.Sedangkan di Jakarta untuk 1x makanpun sudah menghabiskan uang 20rb.

Hari saat itu panas dan saya segera beranjak pergi dari tempat tersebut karena ada tempat lain yang harus saya tuju. Sontak sayapun berpamitan dengan Pak Ahmad, dan Pak Ahmad tidak lupa berterimakasih karena saya telah membeli beberapa dagangannya tsb.

Saya berfikir bahwa memang orang-orang seperti Pak Ahmad adalah orang yang pantas kita tolong. Di usianya yang sudah tak muda lagi, dia masih mau berusahaa untuk berjualan keliling Depok.Tapi tentunya Pak Ahmad tetap bersyukur karena matahari selalu menumbuhkan semanagat dalam dirinya untuk tetap mencari rejeki yang halal.

Mengapa Anda Bekerja? — June 12, 2015

Mengapa Anda Bekerja?

Mengapa Bekerja?

 

kerja

 

Begitu banyak pertanyaan yang terkadang sering kita pertanyakan pada diri kita sendiri.

Apakah sebetulnya untuk mencari teman? mencari kesibukan? atau untuk belajar? atau mungkin juga untuk memenuhi finansial demi kebutuhan kita sehari-hari.

Jelas, ada begitu banyak alasan mengapa seseorang pergi untuk bekerja … tetapi secara garis besar, mereka dapat dikategorikan ke dalam dua kategori :

  1. Bekerja untuk MENDAPATKAN
  2. Bekerja untuk BELAJAR

 

 

Ambil 5 detik untuk bertanya kepada diri sendiri manakah  prioritas pertama ANDA?

Apakah Anda bekerja untuk menghasilkan  atau Anda bekerja untuk belajar?

 

Apakah karyawan bekerja untuk MENDAPATKAN   atau bekerja untuk BELAJAR akan tercermin langsung atau tidak langsung dengan cara dia / dia berperilaku di tempat kerja.

 

Orang-orang yang bekerja untuk MENDAPATKAN (motivasi utama untuk bekerja adalah untuk uang), cenderung lebih kalkulatif di tempat kerja. Misalnya, untuk setiap permintaan tambahan oleh atasan mereka, mereka akan meminta bos mereka (atau bertanya pada diri sendiri).

 

“Apa kompensasi yang akan saya dapatkan untuk pekerjaan tambahan ini?” Jika pekerjaan mengharuskan mereka untuk bekerja dari waktu ke waktu, mereka akan bertanya ” Apakah saya mendapatkan uang lembur?

 

“Jika pekerjaan mengharuskan mereka untuk memiliki biaya tambahan, mereka bertanya” Apakah saya akan mendapatkan kompensasi untuk ini? Dapatkah saya mengklaim kembali biaya tambahan? “,” Apakah saya akan mendapatkan tunjangan transportasi? “,” Apakah saya akan mendapatkan makanan tunjangan? “Jika mereka diminta untuk pindah ke cabang lain / daerah, yang PERTANYAAN PERTAMA mereka akan bertanya” Apakah saya mendapatkan uang tambahan untuk mengimbangi langkah saya? “.

 

Untuk pekerjaan tambahan yang harus mereka lakukan, mereka cenderung mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kompensasi moneter. Ini wajar karena tujuan utama mereka adalah untuk bekerja untuk MENDAPATKAN. Jadi mereka ingin tahu berapa banyak uang tambahan mereka akan mendapatkan untuk bekerja ekstra.

 

Orang-orang yang bekerja untuk MENDAPATKAN cenderung mengeluh ketika mereka harus melakukan pekerjaan tambahan tanpa kompensasi tambahan. Orang-orang yang bekerja untuk MENDAPATKAN cenderung mengeluh ketika mereka diminta untuk bergerak, terutama jika langkah yang tidak dikompensasi moneter. Patokan utama mereka dan kerangka acuan adalah UANG.

 

Bagaimana karyawan yang bekerja untuk BELAJAR? Orang-orang lebih pintar dalam arti bahwa mereka berpikir dalam jangka panjang. (Tentu saja, “Kerja untuk MENDAPATKAN” namun mereka  mempertimbangkan pekerjaan sebagai belajar. “Bekerja untuk BELAJAR” orang tahu bahwa agar mereka tumbuh, mereka harus terus belajar … belajar hal-hal baru, cara baru dalam melakukan pekerjaan, teknologi baru, metodologi baru, mengenal lebih banyak orang, belajar berbagai aspek yang berbeda dari bisnis.

Bahkan, itu adalah praktek antara organisasi besar bahwa seseorang tidak dapat ditunjuk CEO perusahaan kecuali ia telah berhasil, berhasil 3 divisi yang berbeda dalam organisasi (biasanya, pemasaran, operasi dan keuangan) – itu disebut “Tour of Duty”. Oleh karena itu orang yang telah bekerja selama bertahun-tahun dalam divisi yang sama akan pasti tidak akan dipromosikan menjadi CEO! Karyawan yang bekerja untuk BELAJAR selalu mengambil tugas baru dan proyek-proyek baru sehingga mereka dapat belajar hal-hal baru dan mendapatkan sekarang lebih banyak orang dalam organisasi.

 

Yang paling penting, karyawan yang bekerja untuk BELAJAR tahu satu rahasia ini.

 

Peluang untuk maju biasanya datang menyamar sebagai pekerjaan tambahan tanpa dibayar ekstra.

 

Itu sebabnya mereka mengambil ini “ekstra” pekerjaan. Mereka belajar keterampilan baru, mereka tahu lebih banyak orang, lebih banyak orang mengenal mereka, mereka mendapatkan kesempatan untuk keluar dari struktur organisasi mereka, dan bakat dan kemampuan mereka mendapatkan perhatikan oleh manajemen puncak (kadang-kadang bahkan oleh CEO / Chairman!). Oleh karena itu mereka maju lebih cepat.

 

Karyawan yang bekerja untuk MENDAPATKAN  berpandangan l ” Orang yang kerja untuk BELAJAR” karyawan “bodoh”. Berpikir bahwa mereka lebih pintar, mereka menghindari yang “bekerja ekstra” (dan karenanya menolak kesempatan untuk belajar lebih banyak, bertemu dengan banyak orang, menunjukkan kemampuan mereka, dll).

 

Akibatnya, mereka stagnan, tidak ada yang tahu mereka, tidak ada yang tahu kemampuan yang mereka miliki, para CEO dan manajemen tingkat atas lainnya bahkan tidak menyadari bahwa mereka ada. Oleh karena itu mereka tinggal di sudut kecil organisasi mereka selama bertahun-tahun, kemampuan mereka tidak diakui. Mereka tinggal sebagai karyawan  “Rata-rata”  sepanjang karier mereka.

 

Jadi dalam jangka panjang, yang “cerdas”? Kerja untuk MENDAPATKAN (EARN) atau Kerja untuk BELAJAR (LEARN)?